Bab Tidak Boleh Melamar di Atas Lamaran Saudaranya, Hingga Ia Menikah atau Meninggalkannya
حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ سَمِعْتُ نَافِعًا، يُحَدِّثُ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ كَانَ يَقُولُ نَهَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ، أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.
Telah menceritakan kepada kami Makki bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ibn Jurayj, ia berkata, "Saya mendengar Nafi' menceritakan bahwa Ibn Umar -semoga Allah meridhoi keduanya- berkata, "Nabi صلى الله عليه وسلم melarang agar salah seorang dari kalian tidak menjual di atas jualan saudaranya, dan tidak boleh seorang lelaki melamar kepada seorang wanita yang sudah dilamar oleh saudaranya, hingga pelamar yang pertama meninggalkannya atau memberi izin kepadanya untuk melamar."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
