Bab Apa yang Dilarang dari Menjauhkan Diri dan Menyunat
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، أَنَّهُ سَمِعَ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ، يَقُولُ لَقَدْ رَدَّ ذَلِكَ ـ يَعْنِي النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ـ عَلَى عُثْمَانَ، وَلَوْ أَجَازَ لَهُ التَّبَتُّلَ لاَخْتَصَيْنَا.
Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, telah mengabarkan kepada kami Shu'aib, dari Az-Zuhri, ia berkata: Saya mendengar Said bin Al-Musayyab, bahwa ia mendengar Sa'd bin Abi Waqqas, ia berkata: Nabi ﷺ melarang 'Uthman bin Maz'un dari itu (tidak menikah), dan seandainya beliau mengizinkannya, kami pasti akan menyunat diri.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
