Bab Wasiat untuk Kitab Allah
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ، حَدَّثَنَا طَلْحَةُ، قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى أَوْصَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لاَ. فَقُلْتُ كَيْفَ كُتِبَ عَلَى النَّاسِ الْوَصِيَّةُ، أُمِرُوا بِهَا وَلَمْ يُوصِ قَالَ أَوْصَى بِكِتَابِ اللَّهِ.
Talhah berkata: Saya bertanya kepada Abdullah bin Abi Aufa, "Apakah Nabi (ﷺ) membuat wasiat (untuk menunjuk penggantinya atau mewariskan harta)?" Ia menjawab, "Tidak." Saya berkata, "Bagaimana bisa ditetapkan bagi orang-orang untuk membuat wasiat, padahal mereka diperintahkan untuk melakukannya sementara Nabi (ﷺ) tidak membuat wasiat?" Ia menjawab, "Ia membuat wasiat di mana ia merekomendasikan Kitab Allah."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
