Shahih Al-Bukhari · Kitab Keutamaan Al-Qur'an · No. 4983

Bab Bagaimana Turunnya Wahyu dan Apa yang Pertama Kali Turun

Shahih

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ سَمِعْتُ جُنْدَبًا، يَقُولُ اشْتَكَى النَّبِيُّ ﷺ فَلَمْ يَقُمْ لَيْلَةً أَوْ لَيْلَتَيْنِ فَأَتَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ يَا مُحَمَّدُ مَا أُرَى شَيْطَانَكَ إِلاَّ قَدْ تَرَكَكَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ‏{‏وَالضُّحَى * وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى * مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى‏}

Diriwayatkan dari Jundub: Suatu ketika Nabi ﷺ sakit dan tidak melaksanakan shalat malam (Tahajjud) selama satu malam atau dua malam. Seorang wanita (istri Abu Lahab) datang kepadanya dan berkata, 'Wahai Muhammad! Aku tidak melihat kecuali bahwa setanmu telah meninggalkanmu.' Kemudian Allah menurunkan (Surat Ad-Duha): 'Demi waktu pagi, dan demi malam ketika gelap; Tuhanmu tidak meninggalkanmu, dan tidak membencimu.'