Bab Bagaimana Turunnya Wahyu dan Apa yang Pertama Kali Turun
Shahih
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ " مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلاَّ أُعْطِيَ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَىَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ".
Diriwayatkan dari Abu Hurairah: Nabi ﷺ bersabda, "Tidak ada seorang nabi pun kecuali diberikan mukjizat yang membuat manusia beriman, tetapi apa yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadaku. Maka aku berharap bahwa pengikutku akan lebih banyak daripada pengikut nabi-nabi lainnya pada hari kiamat."