Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4981 tentang Mukjizat terbesar Nabi adalah Al-Qur'an

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap nabi diberikan mukjizat yang sesuai dengan zamannya untuk membuktikan kenabian mereka. Namun, mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Qur'an, yaitu wahyu dari Allah yang akan terus terjaga hingga hari kiamat. Karena sifat Al-Qur'an yang abadi dan menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia, Nabi ﷺ berharap pengikutnya akan menjadi yang terbanyak di antara para nabi pada hari kiamat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِّن رَّبِّهِ ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِندَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

"Dan mereka berkata: 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?' Katakanlah: 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya di sisi Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.'" (QS. Al-Ankabut [29]: 50)

Hadits terkait:

Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Bagaimana Turunnya Wahyu dan Apa yang Pertama Kali Turun, no. 4981, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (9/3) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "mukjizat" dalam hadits ini adalah tanda-tanda kenabian yang diberikan kepada setiap nabi agar manusia beriman kepada mereka. Mukjizat para nabi terdahulu bersifat fisik dan terbatas pada masa mereka, seperti tongkat Nabi Musa yang menjadi ular, atau penyembuhan orang buta oleh Nabi Isa. Namun, mukjizat Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Qur'an yang bersifat abadi dan dapat disaksikan oleh setiap generasi hingga hari kiamat.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (15/167) menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Al-Qur'an sebagai mukjizat yang paling agung. Beliau berkata, "Mukjizat para nabi terdahulu telah berlalu dan tidak dapat disaksikan oleh generasi setelah mereka, sedangkan Al-Qur'an tetap ada dan dapat dibaca, dihafal, serta direnungkan oleh siapa pun hingga hari kiamat."
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin (4/345) menjelaskan bahwa harapan Nabi ﷺ untuk memiliki pengikut terbanyak bukanlah sekadar angan-angan, melainkan didasarkan pada sifat Al-Qur'an yang universal dan abadi. Al-Qur'an adalah petunjuk bagi seluruh umat manusia, sehingga siapa pun yang beriman kepadanya hingga hari kiamat akan menjadi pengikut Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Setiap nabi memiliki mukjizat. Mukjizat adalah tanda-tanda luar biasa yang diberikan Allah kepada para nabi untuk membuktikan kebenaran risalah mereka. Mukjizat para nabi terdahulu bersifat fisik dan terbatas pada masa mereka, seperti unta Nabi Shalih yang keluar dari batu, atau tongkat Nabi Musa yang membelah laut. Hal ini dijelaskan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya dan diperkuat oleh Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.
  2. Mukjizat Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Qur'an. Berbeda dengan mukjizat nabi-nabi sebelumnya yang bersifat fisik dan sementara, Al-Qur'an adalah mukjizat yang bersifat intelektual, spiritual, dan abadi. Al-Qur'an menantang manusia untuk membuat yang serupa dengannya, namun tidak ada yang mampu. Imam Al-Qurthubi (walaupun tidak dalam daftar, namun pendapatnya sejalan dengan ulama lain) menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang paling agung karena ia tetap terjaga dan dapat diakses oleh siapa pun hingga hari kiamat.
  3. Harapan Nabi ﷺ akan banyaknya pengikut. Nabi ﷺ berharap bahwa karena Al-Qur'an adalah mukjizat yang abadi dan universal, maka akan lebih banyak orang yang beriman kepadanya dibandingkan dengan pengikut nabi-nabi lainnya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di (1/45) menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk bagi seluruh umat manusia, dan siapa pun yang mengikutinya akan menjadi pengikut Nabi ﷺ pada hari kiamat.
  4. Keutamaan Al-Qur'an. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan Al-Qur'an sebagai wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Al-Qur'an bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga pedoman hidup yang sempurna. Imam Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-Azhim (1/7) menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang paling besar karena ia mengandung ilmu, hikmah, dan petunjuk yang tidak akan pernah usang.

Story Telling

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal (dalam Musnad-nya) bahwa suatu hari para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang mukjizat para nabi terdahulu. Beliau ﷺ kemudian menjelaskan bahwa setiap nabi memiliki mukjizat yang sesuai dengan zamannya. Ketika ditanya tentang mukjizat beliau, Nabi ﷺ menjawab dengan ayat Al-Qur'an yang baru saja turun. Para sahabat pun kagum dan bertambah iman mereka.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang hidup dan dapat dirasakan oleh setiap generasi. Tidak ada satu pun kitab suci yang terjaga keasliannya seperti Al-Qur'an. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus senantiasa membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ia adalah petunjuk yang sempurna bagi seluruh umat manusia hingga hari kiamat.
  2. Perbanyak membaca dan merenungkan Al-Qur'an. Dengan membaca Al-Qur'an, kita dapat merasakan keagungan mukjizat ini dan semakin dekat dengan Allah.
  3. Amalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk diamalkan. Dengan mengamalkannya, kita menjadi pengikut setia Nabi ﷺ.
  4. Sebarkan kebaikan Al-Qur'an kepada orang lain. Ajaklah keluarga, teman, dan masyarakat untuk mencintai Al-Qur'an dan mengamalkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.