Bab Sutrah Imam Sutrah Orang yang di Belakangnya
Shahih
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، قَالَ سَمِعْتُ أَبِي أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ صَلَّى بِهِمْ بِالْبَطْحَاءِ ـ وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ ـ الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ، وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ، تَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ الْمَرْأَةُ وَالْحِمَارُ.
Diriwayatkan dari Aun bin Abi Juhaifa: Saya mendengar ayah saya berkata, "Nabi ﷺ memimpin kami, dan shalat dua rakaat shalat Zuhur dan kemudian shalat dua rakaat shalat Ashar di Al-Batha' dengan sebuah tombak pendek (ditancapkan) di depannya (sebagai sutrah) sementara wanita dan keledai lewat di depannya (di luar tongkat itu)."