Bab 'Ahlul Ahmal, yaitu Wanita yang Hamil
حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ حَفْصٍ، حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، عَنْ يَحْيَى، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ، قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ وَأَبُو هُرَيْرَةَ جَالِسٌ عِنْدَهُ فَقَالَ أَفْتِنِي فِي امْرَأَةٍ وَلَدَتْ بَعْدَ زَوْجِهَا بِأَرْبَعِينَ لَيْلَةً. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ آخِرُ الأَجَلَيْنِ. قُلْتُ أَنَا {وَأُولاَتُ الأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ} قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَنَا مَعَ ابْنِ أَخِي ـ يَعْنِي أَبَا سَلَمَةَ ـ فَأَرْسَلَ ابْنُ عَبَّاسٍ غُلاَمَهُ كُرَيْبًا إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ يَسْأَلُهَا فَقَالَتْ قُتِلَ زَوْجُ سُبَيْعَةَ الأَسْلَمِيَّةِ وَهْىَ حُبْلَى، فَوَضَعَتْ بَعْدَ مَوْتِهِ بِأَرْبَعِينَ لَيْلَةً فَخُطِبَتْ فَأَنْكَحَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَكَانَ أَبُو السَّنَابِلِ فِيمَنْ خَطَبَهَا.
Telah menceritakan kepada kami Sa'd bin Hafsh, telah menceritakan kepada kami Syayban, dari Yahya, ia berkata: Abu Salamah menceritakan kepadaku, bahwa seorang lelaki datang kepada Ibn 'Abbas dan Abu Hurairah sedang duduk bersamanya, lalu ia berkata: 'Berilah saya fatwa tentang seorang wanita yang melahirkan setelah suaminya meninggal empat puluh hari.' Ibn 'Abbas berkata: 'Ini menunjukkan akhir dari salah satu dari dua masa iddah yang ditentukan.' Saya berkata: 'Bagi wanita yang hamil, masa iddah mereka adalah sampai mereka melahirkan.' Abu Hurairah berkata: 'Saya setuju dengan sepupu saya (Abu Salamah).' Kemudian Ibn 'Abbas mengutus pelayannya, Kuraib, kepada Um Salamah untuk menanyakan hal ini. Ia menjawab: 'Suami Subai'ah al Aslami dibunuh sementara ia hamil, dan ia melahirkan empat puluh hari setelah kematiannya. Kemudian ia dilamar, dan Rasulullah ﷺ menikahinya. Abu As-Sanabil adalah salah satu dari mereka yang melamarnya.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
