Bab إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Shahih
haddatsana abdu allahi, haddatsana abdu alazizi ibnu abi salamaha, an hilali ibni abi hilalin, an athai ibni yasarin, an abdi allahi ibni amriw ibni alashi rdh allah nhm anna hadzihi, alayaha ati fi alqurani ya ayyuha annabiyyu inna arsalnaka syahidan wamubassyiran wanadziran qala fi attawrahi ya ayyuha annabiyyu inna arsalnaka syahidan wamubassyiran wahirzan lilummiyyina, anta abdi warasuli sammaytuka almutawakkila laysa bifazzhin wala ghalizhin wala sakkhabin bialaswaqi wala yadfau assayyiaha biassayyiahi walakin yafu wayashfahu walan yaqbidhahu allahu hatta yuqima bihi almillaha alawjaa bian yaqulu la ilaha ila allahu fayaftaha biha ayunan umyan waadzanan shumman waquluban ghulfan.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al-As: Ayat ini: 'Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Wahai Muhammad) sebagai saksi, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.' (48.8) yang ada dalam Al-Qur'an, terdapat dalam Taurat demikian: 'Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Wahai Muhammad) sebagai saksi, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, dan sebagai pelindung bagi orang-orang yang ummi (yaitu, orang Arab). Engkau adalah hamba-Ku dan Rasul-Ku, dan Aku telah menamakanmu Al-Mutawakkil (yang bertawakkal kepada Allah). Engkau tidak keras hati dan tidak kasar, dan tidak berteriak di pasar. Engkau tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi memaafkan dan memaafkan. Allah tidak akan mengambilmu hingga Dia membimbing melalui dirimu suatu umat yang bengkok (melenceng) ke jalan yang benar dengan menjadikan mereka mengucapkan: 'Tidak ada yang berhak disembah selain Allah.' Dengan pernyataan semacam itu Dia akan membuka mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang keras.