Bab Perkataan-Nya: 'Dan itu adalah dugaan kalian yang kalian duga terhadap Tuhan kalian, maka kalian menjadi orang-orang yang merugi.'
Shahih
haddatsana alhumaydiyyu, haddatsana sufyanu, haddatsana manshurun, an mujahidin, an abi mamarin, an abdi allahi rdh allah nh qala ajtamaa inda albayti qurasyiyyani watsaqafiyyun aw tsaqafiyyani waqurasyiyyun katsirahun syahmu buthunihim qalilahun fiqhu qulubihim faqala ahaduhum aturawna anna allaha yasmau ma naqulu qala alakharu yasmau in jaharna wala yasmau in akhfayna. waqala alakharu in kana yasmau idza jaharna fainnahu yasmau idza akhfayna faanzala allahu azza wajalla wama kuntum tastatiruna an yasyhada alaykum samukum wala absharukum wala juludukum alayaha. wakana sufyanu yuhadditsuna bihadza fayaqulu haddatsana manshurun awi abnu abi najihin aw humaydun ahaduhum awi atsnani minhum, tsumma tsabata ala manshurin, wataraka dzalika miraran ghayra wahidahin. haddatsana amru ibnu aliyyin, haddatsana yahya, haddatsana sufyanu attsawriyyu, qala haddatsani manshurun, an mujahidin, an abi mamarin, an abdi allahi, ibinahwihi.
Diriwayatkan dari Abdullah: Berkumpul di dekat Ka'bah dua orang dari Quraish dan seorang dari Thaqif (atau dua orang dari Thaqif dan satu dari Quraish), dan semuanya memiliki perut yang sangat besar tetapi sedikit akal. Salah satu dari mereka berkata, "Apakah kalian pikir Allah mendengar apa yang kita katakan?" Yang lain berkata, "Dia mendengar kita ketika kita berbicara dengan suara keras, tetapi Dia tidak mendengar kita ketika kita berbicara dengan nada rendah." Yang ketiga berkata, "Jika Dia bisa mendengar ketika kita berbicara dengan suara keras, maka Dia juga bisa mendengar ketika kita berbicara dengan nada rendah." Kemudian Allah, Yang Maha Mulia, Yang Maha Agung menurunkan: 'Dan kamu tidak menyembunyikan diri agar telinga, mata, dan kulitmu bersaksi terhadapmu....' (41.22-23)