Bab Tentang Tiga Orang yang Dimaafkan
Shahih
haddatsani muhammadun, haddatsana ahmadu ibnu abi syuaybin, haddatsana musa ibnu ayana, haddatsana ishaqu ibnu rasyidin, anna azzuhriyya, haddatsahu qala akhbarani abdu arrahmani ibnu abdi allahi ibni kabi ibni malikin, an abihi, qala samitu abi kaba ibna malikin,, wahwa ahadu attsalatsahi adzina tiba alayhim annahu lam yatakhallaf an rasuli allahi fi ghazwahin ghazaha qatthu ghayra ghazwatayni ghazwahi alusrahi waghazwahi badrin. qala faajmatu shidqa rasuli allahi dhuhan, wakana qallama yaqdamu min safarin safarahu ila dhuhan wakana yabdau bialmasjidi, fayarkau rakatayni, wanaha annabiyyu an kalami wakalami shahibaa, walam yanha an kalami ahadin mina almutakhallifina ghayrina, fajtanaba annasu kalamana, falabitstu kadzalika hatta thala alaa alamru, wama min syain ahammu ilaa min an amuta fala yushalli alaa annabiyyu aw yamuta rasulu allahi faakuna mina annasi bitilka almanzilahi, fala yukallimuni ahadun minhum, wala yushalli alaa, faanzala allahu tawbatana ala nabiyyihi hina baqiya attsulutsu alakhiru mina allayli, warasulu allahi inda ummi salamaha, wakanat ummu salamaha muhsinahan fi syani maniyyahan fi amri, faqala rasulu allahi " ya umma salamaha tiba ala kabin ". qalat afala ursilu ilayhi faubassyirahu qala " idzan yahthimakumu annasu fayamnaunakumu annawma saira allaylahi ". hatta idza shalla rasulu allahi shalaha alfajri adzana bitawbahi allahi alayna, wakana idza astabsyara astanara wajhuhu hatta kaannahu qithahun mina alqamari, wakunna ayyuha attsalatsahu adzina khullifu ani alamri adzi qubila min haulai adzina atadzaru hina anzala allahu lana attawbaha, falamma dzukira adzina kadzabu rasula allahi mina almutakhallifina, watadzaru bialbathili, dzukiru bisyarri ma dzukira bihi ahadun qala allahu subhanahu yatadziruna ilaykum idza rajatum ilayhim qul la tatadziru lan numina lakum qad nabbaana allahu min akhbarikum wasayara allahu amalakum warasuluhu alayaha.
Dari Abdullah bin Ka'b, ia mendengar Ka'b bin Malik yang merupakan salah satu dari tiga orang yang dimaafkan, mengatakan bahwa ia tidak pernah tertinggal dari Rasulullah ﷺ dalam satu pun Ghazwa yang beliau lakukan kecuali dua Ghazwah, yaitu Ghazwah Al-‘Usrah (Tabuk) dan Ghazwah Badr. Ia menambahkan, "Saya memutuskan untuk berkata jujur kepada Rasulullah ﷺ di pagi hari, dan jarang sekali beliau kembali dari perjalanan kecuali di pagi hari, beliau akan pergi terlebih dahulu ke masjid dan melaksanakan shalat dua raka'at. Nabi ﷺ melarang orang lain berbicara kepada saya atau kepada dua sahabat saya, tetapi beliau tidak melarang berbicara kepada siapa pun dari mereka yang tertinggal kecuali kami. Maka orang-orang menghindari berbicara kepada kami, dan saya tetap dalam keadaan itu sampai saya tidak bisa menahan lagi, dan satu-satunya yang saya khawatirkan adalah jika saya mati dan Nabi ﷺ tidak menshalati jenazah saya, atau Rasulullah ﷺ mungkin mati dan saya akan berada dalam status sosial itu di antara orang-orang sehingga tidak ada yang berbicara kepada saya atau menshalati jenazah saya. Namun Allah menurunkan pengampunan-Nya untuk kami kepada Nabi ﷺ di sepertiga malam terakhir, sementara Rasulullah ﷺ berada di sisi Um Salamah. Um Salamah bersimpati kepada saya dan membantu saya dalam musibah saya. Rasulullah ﷺ bersabda, 'Wahai Um Salamah! Ka'b telah dimaafkan!' Dia berkata, 'Apakah saya harus mengirim seseorang kepadanya untuk memberinya kabar gembira?' Beliau berkata, 'Jika kamu melakukannya, orang-orang tidak akan membiarkanmu tidur sepanjang malam.' Maka ketika Nabi ﷺ telah melaksanakan shalat Fajr, beliau mengumumkan pengampunan Allah untuk kami. Wajahnya selalu terlihat cerah seperti sepotong bulan purnama setiap kali beliau senang. Ketika Allah menurunkan pengampunan-Nya untuk kami, kami adalah tiga orang yang kasusnya ditangguhkan sementara alasan yang diajukan oleh mereka yang meminta maaf diterima. Tetapi ketika disebutkan orang-orang yang berbohong kepada Nabi ﷺ dan tertinggal (dalam peperangan Tabuk) dan memberikan alasan palsu, mereka digambarkan dengan deskripsi terburuk yang dapat digambarkan seseorang. Allah berfirman: 'Mereka akan mengajukan alasan kepada kalian (kaum Muslim) ketika kalian kembali kepada mereka. Katakanlah: 'Jangan ajukan alasan; kami tidak akan percaya kepada kalian. Allah telah memberitahukan kami tentang keadaan sebenarnya mengenai kalian. Allah dan Rasul-Nya akan mengamati amal perbuatan kalian.' (9:94)