Bab Kemudian Berangkatlah dari Tempat Mereka Berangkat
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، أَخْبَرَنِي كُرَيْبٌ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ يَطَوَّفُ الرَّجُلُ بِالْبَيْتِ مَا كَانَ حَلاَلاً حَتَّى يُهِلَّ بِالْحَجِّ، فَإِذَا رَكِبَ إِلَى عَرَفَةَ فَمَنْ تَيَسَّرَ لَهُ هَدِيَّةٌ مِنَ الإِبِلِ أَوِ الْبَقَرِ أَوِ الْغَنَمِ، مَا تَيَسَّرَ لَهُ مِنْ ذَلِكَ أَىَّ ذَلِكَ شَاءَ، غَيْرَ إِنْ لَمْ يَتَيَسَّرْ لَهُ فَعَلَيْهِ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ، وَذَلِكَ قَبْلَ يَوْمِ عَرَفَةَ، فَإِنْ كَانَ آخِرُ يَوْمٍ مِنَ الأَيَّامِ الثَّلاَثَةِ يَوْمَ عَرَفَةَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ، ثُمَّ لِيَنْطَلِقْ حَتَّى يَقِفَ بِعَرَفَاتٍ مِنْ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ يَكُونَ الظَّلاَمُ، ثُمَّ لِيَدْفَعُوا مِنْ عَرَفَاتٍ إِذَا أَفَاضُوا مِنْهَا حَتَّى يَبْلُغُوا جَمْعًا الَّذِي يُتَبَرَّرُ فِيهِ، ثُمَّ لِيَذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا، أَوْ أَكْثِرُوا التَّكْبِيرَ وَالتَّهْلِيلَ قَبْلَ أَنْ تُصْبِحُوا ثُمَّ أَفِيضُوا، فَإِنَّ النَّاسَ كَانُوا يُفِيضُونَ، وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى {ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ} حَتَّى تَرْمُوا الْجَمْرَةَ.
Dari Ibn Abbas: Seorang pria yang ingin melaksanakan Haji (dari Mekkah) dapat melakukan Tawaf di sekitar Ka'bah selama ia tidak dalam keadaan Ihram hingga ia mengasumsikan Ihram untuk Haji. Kemudian, jika ia naik dan menuju Arafah, ia harus membawa Hadi (yaitu hewan untuk kurban), baik unta, sapi, atau domba, apa pun yang mampu ia beli; tetapi jika ia tidak mampu, ia harus berpuasa selama tiga hari selama Haji sebelum hari Arafah, tetapi jika hari ketiga puasanya kebetulan jatuh pada hari Arafah (yaitu 9 Dzul-Hijjah), maka tidak ada dosa baginya (untuk berpuasa pada hari itu). Kemudian ia harus menuju Arafah dan tinggal di sana dari waktu shalat Asar hingga gelap. Kemudian para jemaah haji harus pergi dari Arafah, dan ketika mereka telah meninggalkan tempat itu, mereka sampai di Jam' (yaitu Al-Muzdalifah) di mana mereka meminta Allah untuk membantu mereka agar menjadi orang yang benar dan taat kepada-Nya, dan di sana mereka banyak mengingat Allah atau mengucapkan Takbir (yaitu Allah Maha Besar) dan Tahlil (yaitu Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah) berulang kali sebelum fajar menyingsing. Kemudian, setelah melaksanakan shalat subuh (Fajr) mereka harus melanjutkan (ke Mina) karena orang-orang biasa melakukannya dan Allah berfirman: "Kemudian berangkatlah dari tempat mereka berangkat. Dan mintalah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (2:199) Kemudian, Anda harus terus melakukan hal itu sampai Anda melemparkan kerikil ke Jamrah.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
