Bab Fath Makkah
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ امْرَأَةً، سَرَقَتْ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي غَزْوَةِ الْفَتْحِ، فَفَزِعَ قَوْمُهَا إِلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ يَسْتَشْفِعُونَهُ، قَالَ عُرْوَةُ فَلَمَّا كَلَّمَهُ أُسَامَةُ فِيهَا تَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " أَتُكَلِّمُنِي فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ ". قَالَ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَلَمَّا كَانَ الْعَشِيُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَطِيبًا، فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ " أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ النَّاسَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ". ثُمَّ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ، فَقُطِعَتْ يَدُهَا، فَحَسُنَتْ تَوْبَتُهَا بَعْدَ ذَلِكَ وَتَزَوَّجَتْ. قَالَتْ عَائِشَةُ فَكَانَتْ تَأْتِي بَعْدَ ذَلِكَ فَأَرْفَعُ حَاجَتَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم.
Urwah bin Az-Zubair meriwayatkan bahwa seorang wanita melakukan pencurian pada masa Rasulullah ﷺ, yaitu pada Peristiwa Fath Makkah. Keluarganya pun mendatangi Usamah bin Zaid agar ia berbicara kepada Nabi ﷺ untuk memintakan syafaat bagi sang wanita. Ketika Usamah menyampaikan permohonan itu, wajah Rasulullah ﷺ berubah dan beliau bersabda, “Apakah engkau memberi syafaat kepadaku dalam perkara hukum hudud yang telah ditetapkan oleh Allah?” Usamah pun berkata, “Mohonkan ampun untukku, wahai Rasulullah.” Pada sore harinya, Rasulullah ﷺ berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia. Beliau memuji Allah sebagaimana layaknya. Kemudian bersabda, “Amma ba‘du. Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kalian adalah: bila seorang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membiarkannya; tetapi bila seseorang yang lemah mencuri, mereka menegakkan hukum hudud atasnya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya akan kupotong tangannya.” Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan agar hukum hudud ditegakkan pada wanita tersebut, lalu tangannya dipotong. Setelah itu ia bertobat dengan baik dan menikah. Aisyah berkata, “Wanita itu kemudian sering datang kepadaku, dan aku menyampaikan berbagai kebutuhannya kepada Rasulullah ﷺ.”
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
