Bab Hijrah Nabi صلى الله عليه وسلم dan Para Sahabatnya ke Madinah
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ أَبِي النَّضْرِ، مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عُبَيْدٍ ـ يَعْنِي ابْنَ حُنَيْنٍ ـ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ " إِنَّ عَبْدًا خَيَّرَهُ اللَّهُ بَيْنَ أَنْ يُؤْتِيَهُ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا مَا شَاءَ، وَبَيْنَ مَا عِنْدَهُ، فَاخْتَارَ مَا عِنْدَهُ ". فَبَكَى أَبُو بَكْرٍ وَقَالَ فَدَيْنَاكَ بِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا. فَعَجِبْنَا لَهُ، وَقَالَ النَّاسُ انْظُرُوا إِلَى هَذَا الشَّيْخِ، يُخْبِرُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ عَبْدٍ خَيَّرَهُ اللَّهُ بَيْنَ أَنْ يُؤْتِيَهُ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَبَيْنَ مَا عِنْدَهُ وَهْوَ يَقُولُ فَدَيْنَاكَ بِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا. فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم هُوَ الْمُخَيَّرَ، وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ هُوَ أَعْلَمَنَا بِهِ. وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِنَّ مِنْ أَمَنِّ النَّاسِ عَلَىَّ فِي صُحْبَتِهِ وَمَالِهِ أَبَا بَكْرٍ، وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلاً مِنْ أُمَّتِي لاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ، إِلاَّ خُلَّةَ الإِسْلاَمِ، لاَ يَبْقَيَنَّ فِي الْمَسْجِدِ خَوْخَةٌ إِلاَّ خَوْخَةُ أَبِي بَكْرٍ ".
Diriwayatkan dari Abu Sa`id Al-Khudri: Rasulullah (ﷺ) duduk di atas mimbar dan berkata, "Allah telah memberikan salah satu dari hamba-Nya pilihan untuk menerima kemewahan dan keindahan kehidupan duniawi apapun yang dia inginkan atau menerima kebaikan (di akhirat) yang ada di sisi Allah. Maka dia memilih kebaikan yang ada di sisi Allah." Pada saat itu Abu Bakr menangis dan berkata, "Kami korbankan ayah dan ibu kami untukmu." Kami terheran-heran dengan ini. Orang-orang berkata, "Lihatlah orang tua ini! Rasulullah (ﷺ) berbicara tentang seorang hamba Allah yang telah diberikan pilihan untuk memilih antara kemewahan kehidupan dunia ini atau kebaikan yang ada di sisi-Nya, sementara dia berkata, 'kami korbankan ayah dan ibu kami untukmu.' Tetapi sebenarnya Rasulullah (ﷺ) yang telah diberikan pilihan, dan Abu Bakr lebih mengetahuinya daripada kami. Rasulullah (ﷺ) menambahkan, "Tidak diragukan lagi, aku berutang budi kepada Abu Bakr lebih dari siapa pun terkait persahabatan dan hartanya. Dan jika aku harus mengambil seorang Khalil dari pengikutku, pasti aku akan mengambil Abu Bakr, tetapi persaudaraan Islam sudah cukup. Jangan biarkan ada pintu (yaitu Khoukha) di Masjid yang tetap terbuka, kecuali pintu Abu Bakr."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
