Bab Keutamaan Aisyah رضي الله عنها
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ، قَالَ لَمَّا بَعَثَ عَلِيٌّ عَمَّارًا وَالْحَسَنَ إِلَى الْكُوفَةِ لِيَسْتَنْفِرَهُمْ خَطَبَ عَمَّارٌ فَقَالَ إِنِّي لأَعْلَمُ أَنَّهَا زَوْجَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَلَكِنَّ اللَّهَ ابْتَلاَكُمْ لِتَتَّبِعُوهُ أَوْ إِيَّاهَا.
Diriwayatkan dari Abu Wail: Ketika Ali mengutus Ammar dan Al-Hasan kepada (kaum) Kufah untuk mendesak mereka berperang, Ammar berkata kepada mereka, "Aku tahu bahwa dia (yaitu Aisyah) adalah istri Nabi (ﷺ) di dunia dan di akhirat, tetapi Allah telah menguji kalian, apakah kalian akan mengikuti-Nya (yaitu Allah) atau dia (Aisyah)."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
