Bab Kebencian Telanjang dalam Salat dan Selainnya
Shahih
haddatsana matharu ibnu alfadhli, qala haddatsana rawhun, qala haddatsana zakariyyau ibnu ishaqa, haddatsana amru ibnu dinarin, qala samitu jabira ibna abdi allahi, yuhadditsu anna rasula allahi kana yanqulu maahumu alhijaraha lilkabahi waalayhi izaruhu. faqala lahu alabbasu ammuhu ya abna akhi, law halalta izaraka fajaalta ala mankibayka duna alhijarahi. qala fahallahu fajaalahu ala mankibayhi, fasaqatha maghsyiyyan alayhi, fama ruiya bada dzalika uryanan.
Dari Jabir bin 'Abdullah: Sementara Rasulullah ﷺ sedang mengangkat batu (bersama) orang-orang Makkah untuk (membangun) Ka'bah dengan mengenakan Izar (penutup pinggang), pamannya Al-'Abbas berkata kepadanya, "Wahai keponakanku! (Akan lebih baik) jika kamu melepas Izar dan meletakkannya di atas bahu kamu di bawah batu." Maka ia melepas Izar dan meletakkannya di atas bahunya, tetapi ia pingsan dan sejak saat itu ia tidak pernah terlihat telanjang.