Bab Tanda-tanda Kenabian dalam Islam
Shahih
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana abdu alazizi ibnu muslimin, haddatsana hushaynun, an salimi ibni abi aljadi, an jabiri ibni abdi allahi rdh allah nhm qala athisya annasu yawma alhudaybiyahi, waannabiyyu bayna yadayhi rakwahun fatawaddhaa fajahasya annasu nahwahu, faqala " ma lakum ". qalu laysa indana maun natawaddhau wala nasyrabu ila ma bayna yadayka, fawadhaa yadahu fi arrakwahi fajaala almau yatsuru bayna ashabiihi kaamtsali aluyuni, fasyaribna watawaddhana. qultu kam kuntum qala law kunna miaha alfin lakafana, kunna khamsa asyraha miahan.
Jabir bin `Abdullah berkata, "Orang-orang sangat kehausan pada hari Al-Hudaibiya. Di depan Nabi ﷺ terdapat sebuah wadah kecil berisi air, dan ketika beliau selesai berwudhu, orang-orang bergegas menuju beliau. Beliau bertanya, 'Apa yang terjadi dengan kalian?' Mereka menjawab, 'Kami tidak memiliki air untuk berwudhu atau minum kecuali apa yang ada di depanmu.' Maka beliau meletakkan tangannya di dalam wadah itu dan air mulai mengalir di antara jari-jarinya seperti mata air. Kami semua minum dan berwudhu (dari situ)." Saya bertanya kepada Jabir, "Berapa banyak kalian?" Dia menjawab, "Seandainya kami seratus ribu, itu akan cukup untuk kami, tetapi kami berjumlah seribu lima ratus."