Bab Kisah Gua
Shahih
haddatsana ismailu ibnu khalilin, akhbarana aliyyu ibnu mushirin, an ubaydi allahi ibni umara, an nafiin, ani abni umara rdh allah nhm anna rasula allahi qala " baynama tsalatsahu nafarin mimman kana qablakum yamsyuna idz ashabahum matharun, faawaw ila gharin, fanthabaqa alayhim, faqala badhuhum libadhin innahu waallahi ya haulai la yunjikum ila asshidqu, falyadu kullu rajulin minkum bima yalamu annahu qad shadaqa fihi. faqala wahidun minhumu allahumma in kunta talamu annahu kana li ajirun amila li ala faraqin min aruzzin, fadzahaba watarakahu, waanni amadtu ila dzalika alfaraqi fazaratuhu, fashara min amrihi anni asytaraytu minhu baqaran, waannahu atani yathlubu ajrahu faqultu amid ila tilka albaqari. fasuqha, faqala li innama li indaka faraqun min aruzzin. faqultu lahu amid ila tilka albaqari fainnaha min dzalika alfaraqi, fasaqaha, fain kunta talamu anni faaltu dzalika min khasyyatika, fafarrij anna. fansahat anhumu asshakhrahu. faqala alakharu allahumma in kunta talamu annahu kana li abawani syaykhani kabirani, fakuntu atihima kulla laylahin bilabani ghanamin li, faabthatu alayhima laylahan fajitu waqad raqada waahli waiyaaly yatadhaghawna mina aljui, fakuntu la asqihim hatta yasyraba abawaa, fakarihtu an uqizhahuma, wakarihtu an adaahuma, fayastakinna lisyarbatihima, falam azal antazhiru hatta thalaa alfajru, fain kunta talamu anni faaltu dzalika min khasyyatika, fafarrij anna. fansahat anhumu asshakhrahu, hatta nazharu ila assamai. faqala alakharu allahumma in kunta talamu annahu kana li abnahu ammin min ahabbi annasi ilaa, waanni rawadtuha an nafsiha faabat ila an atiyaha bimiahi dinarin, fathalabtuha hatta qadartu, faataytuha biha fadafatuha ilayha, faamkanatni min nafsiha, falamma qaadtu bayna rijlayha, faqalati attaqi allaha wala tafuddha alkhatama ila bihaqqihi. faqumtu wataraktu almiaha dinarin, fain kunta talamu anni faaltu dzalika min khasyyatika fafarrij anna. fafarraja allahu anhum fakharaju ".
Diriwayatkan dari Ibn Umar: Rasulullah ﷺ bersabda, "Suatu ketika tiga orang (dari umat sebelumnya) sedang dalam perjalanan, tiba-tiba hujan turun dan mereka berlindung di sebuah gua. Pintu gua itu tertutup saat mereka berada di dalam. Mereka saling berkata, 'Wahai kalian! Tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian kecuali kebenaran, maka masing-masing dari kalian harus meminta pertolongan Allah dengan merujuk kepada amal yang ia anggap dilakukannya dengan tulus (yaitu hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah).' Maka salah satu dari mereka berkata, 'Ya Allah! Engkau tahu bahwa aku memiliki seorang pekerja yang bekerja untukku dengan upah satu Faraq (yaitu tiga Sas) beras, tetapi ia pergi meninggalkannya (yaitu upahnya). Aku menanam Faraq beras itu dan dengan hasilnya aku membeli sapi (untuknya). Ketika ia datang kepadaku meminta upahnya, aku berkata (kepadanya), 'Pergilah kepada sapi-sapi itu dan ambil mereka.' Ia berkata kepadaku, 'Tapi engkau hanya berutang satu Faraq beras kepadaku,' aku berkata kepadanya, 'Pergilah kepada sapi-sapi itu dan ambil mereka, karena mereka adalah hasil dari Faraq (beras) itu.' Maka ia mengambilnya. Ya Allah! Jika Engkau menganggap bahwa aku melakukan itu karena takut kepada-Mu, maka tolonglah kami.' Maka batu itu bergeser sedikit dari mulut gua. Yang kedua berkata, 'Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku memiliki orang tua yang sudah tua yang selalu aku beri susu domba setiap malam. Suatu malam aku terlambat dan ketika aku datang, mereka telah tidur, sementara istriku dan anak-anakku menangis karena lapar. Aku tidak memberi mereka (yaitu keluargaku) minum kecuali orang tuaku telah minum terlebih dahulu. Maka aku tidak ingin membangunkan mereka dan juga tidak ingin mereka tidur tanpa meminum, aku terus menunggu (agar mereka bangun) hingga fajar. Ya Allah! Jika Engkau menganggap bahwa aku melakukan itu karena takut kepada-Mu, maka tolonglah kami.' Maka batu itu bergeser dan mereka bisa melihat langit melalui batu itu. Yang ketiga berkata, 'Ya Allah! Engkau tahu bahwa aku memiliki sepupu (yaitu putri paman) yang paling aku cintai dan aku berusaha untuk menggoda dia, tetapi dia menolak, kecuali aku membayarnya seratus Dinar (yaitu kepingan emas). Maka aku mengumpulkan jumlah itu dan membawanya kepadanya, dan dia mengizinkanku untuk tidur bersamanya. Tetapi ketika aku duduk di antara kedua kakinya, dia berkata, 'Takutlah kepada Allah, dan janganlah merusak kehormatan kecuali dengan cara yang sah.' Aku bangkit dan meninggalkan seratus Dinar itu. Ya Allah! Jika Engkau menganggap bahwa aku melakukan itu karena takut kepada-Mu, maka tolonglah kami.' Maka Allah menyelamatkan mereka dan mereka keluar (dari gua)."