Bab Sifat Matahari dan Bulan
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لأَبِي ذَرٍّ حِينَ غَرَبَتِ الشَّمْسُ " تَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ ". قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ " فَإِنَّهَا تَذْهَبُ حَتَّى تَسْجُدَ تَحْتَ الْعَرْشِ، فَتَسْتَأْذِنَ فَيُؤْذَنَ لَهَا، وَيُوشِكُ أَنْ تَسْجُدَ فَلاَ يُقْبَلَ مِنْهَا، وَتَسْتَأْذِنَ فَلاَ يُؤْذَنَ لَهَا، يُقَالُ لَهَا ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ. فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى {وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ }".
Diriwayatkan dari Abu Dzar: Nabi (ﷺ) bertanya kepadaku saat matahari terbenam, "Apakah kamu tahu ke mana matahari pergi (pada saat terbenam)?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Dia berkata, "Matahari pergi (yaitu, bergerak) sampai ia sujud di bawah Arsy dan meminta izin untuk terbit kembali, dan diizinkan, dan kemudian (akan datang suatu waktu ketika) ia akan hampir sujud tetapi sujudnya tidak akan diterima, dan ia akan meminta izin untuk melanjutkan perjalanannya tetapi tidak akan diizinkan, tetapi akan diperintahkan untuk kembali dari mana ia datang dan demikianlah ia akan terbit dari arah barat. Dan itu adalah penafsiran dari firman Allah: "Dan matahari berjalan pada jalur tetap untuk suatu waktu yang ditentukan. Itulah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui." (36.38)
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
