Bab Apa yang Dikhawatirkan dari Pengkhianatan
Shahih
haddatsana alhumaydiyyu, haddatsana alwalidu ibnu muslimin, haddatsana abdu allahi ibnu alalai ibni zabrin, qala samitu busra ibna ubaydi allahi, annahu samia aba idrisa, qala samitu awfa ibna malikin, qala ataytu annabiyya fi ghazwahi tabuka, wahwa fi qubbahin min adamin faqala " adud sittan bayna yadai assaahi, mawti, tsumma fathu bayti almaqdisi, tsumma mutanun yakhudzu fikum kaquashi alghanami, tsumma astifadhahu almali hatta yutha arrajulu miaha dinarin fayazhallu sakhithan, tsumma fitnahun la yabqa baytun mina alarabi ila dakhalathu, tsumma hudnahun takunu baynakum wabayna ibani alashfari fayaghdiruna, fayatunakum tahta tsamanina ghayahan, tahta kulli ghayahin atsna asyara alfan ".
Telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Al-Walid bin Muslim, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al-Ala' bin Zabr, ia berkata: "Aku mendengar Busra bin Ubaidillah, bahwa ia mendengar Abu Idris, ia berkata: "Aku mendengar Auf bin Malik, ia berkata: "Aku datang kepada Nabi ﷺ di Ghazwah Tabuk, dan beliau berada di dalam sebuah tenda dari kulit. Beliau bersabda: "Hitunglah enam tanda menjelang hari kiamat: matiku, kemudian pembebasan Baitul Maqdis, kemudian kematian yang akan menimpa kalian seperti penyakit yang menimpa domba, kemudian melimpahnya harta hingga seseorang diberikan seratus dinar tetapi ia tetap tidak puas; kemudian fitnah yang tidak ada satu rumah pun dari orang Arab yang tidak akan dimasukinya; dan kemudian gencatan senjata yang akan terjadi antara kalian dan Bani Al-Asfar, yang akan mengkhianati kalian dan menyerang kalian di bawah delapan puluh bendera. Di bawah setiap bendera terdapat dua belas ribu tentara."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis