Bab Mencuci Darah Haid
HR. Al-Bukhari no. 308Shahih
حَدَّثَنَا أَصْبَغُ، قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ، حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَتْ إِحْدَانَا تَحِيضُ، ثُمَّ تَقْتَرِصُ الدَّمَ مِنْ ثَوْبِهَا عِنْدَ طُهْرِهَا فَتَغْسِلُهُ، وَتَنْضَحُ عَلَى سَائِرِهِ، ثُمَّ تُصَلِّي فِيهِ.
Cara baca (latin)
haddatsana ashbaghu, qala akhbarani abnu wahbin, qala akhbarani amru ibnu alharitsi, an abdi arrahmani ibni alqasimi, haddatsahu an abihi, an aisyaha, qalat kanat ihdana tahidhu, tsumma taqtarishu addama min tsawbiha inda thuhriha fataghsiluhu, watandhahu ala sairihi, tsumma tushalli fihi.
Aisyah berkata: Setiap kali salah satu dari kami haid, setelah bersih, ia mengambil noda darah dan menggosoknya dari pakaiannya, kemudian menuangkan air ke atasnya dan mencucinya dengan bersih serta menyemprotkan air ke seluruh bagian pakaiannya. Setelah itu, ia akan shalat dengan pakaian itu.
Belajar nahwu 17 kata
Analisis sedang disiapkan, panel terisi otomatis.
Belum ada analisis nahwu untuk hadits ini.
Setiap kali salah satu dari kami haid, setelah bersih, ia mengambil noda darah dan menggosoknya dari pakaiannya, kemudian menuangkan air ke atasnya dan mencucinya dengan bersih serta menyemprotkan air ke seluruh bagian pakaiannya. Setelah itu, ia akan shalat dengan pakaian itu.
Analisis dibantu AI.