Shahih Al-Bukhari · Kitab Jihad dan Perang · No. 3038

Bab Apa yang Dilarang dari Perselisihan dan Perbedaan dalam Perang

Shahih

حَدَّثَنَا يَحْيَى، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ بَعَثَ مُعَاذًا وَأَبَا مُوسَى إِلَى الْيَمَنِ قَالَ " يَسِّرَا وَلاَ تُعَسِّرَا، وَبَشِّرَا وَلاَ تُنَفِّرَا، وَتَطَاوَعَا وَلاَ تَخْتَلِفَا ".

haddatsana yahya, haddatsana wakiun, an syubaha, an saidi ibni abi burdaha, an abihi, an jaddihi, anna annabiyya baatsa muadzan waaba musa ila alyamani qala " yassira wala tuassira, wabassyira wala tunaffira, watathawaa wala takhtalifa ".

Diriwayatkan Abu Burda: Bahwa ayahnya berkata, "Nabi ﷺ mengutus Mu'adh dan Abu Musa ke Yaman, dan berkata: 'Permudahlah dan jangan menyulitkan; berilah kabar gembira dan jangan membuat mereka merasa tertekan; dan saling mencintailah, dan jangan berbeda.'"

Penjelasan