Bab Pengobatan Luka dengan Membakar Tikar dan Mencuci Darah dari Wajahnya, serta Membawa Air dalam Perisai
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا أَبُو حَازِمٍ، قَالَ سَأَلُوا سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ السَّاعِدِيَّ ـ رضى الله عنه ـ بِأَىِّ شَىْءٍ دُووِيَ جُرْحُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ مَا بَقِيَ مِنَ النَّاسِ أَحَدٌ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، كَانَ عَلِيٌّ يَجِيءُ بِالْمَاءِ فِي تُرْسِهِ، وَكَانَتْ ـ يَعْنِي فَاطِمَةَ ـ تَغْسِلُ الدَّمَ عَنْ وَجْهِهِ، وَأُخِذَ حَصِيرٌ فَأُحْرِقَ، ثُمَّ حُشِيَ بِهِ جُرْحُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم.
Diriwayatkan dari Abu Hazim: Orang-orang bertanya kepada Sahl bin Sa'd As-Sa'idi, "Dengan apa luka Rasulullah SAW diobati?" Ia menjawab, "Tidak ada yang tersisa (hidup) di antara orang-orang yang lebih tahu tentangnya daripada saya. 'Ali biasa membawa air dalam perisainya dan Fatimah (yaitu putri Nabi) biasa mencuci darah dari wajahnya. Kemudian sebuah tikar (dari daun palma) dibakar dan abunya dimasukkan ke dalam luka Rasulullah SAW.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
