Bab Pembakaran Rumah dan Pohon Kurma
Shahih
haddatsana musaddadun, haddatsana yahya, an ismaila, qala haddatsani qaysu ibnu abi hazimin, qala qala li jarirun qala li rasulu allahi " ala turihuni min dzi alkhalashahi ". wakana baytan fi khatsama yusamma kabaha alyamaniyaha qala fanthalaqtu fi khamsina wamiahi farisin min ahmasa, wakanu ashhaba khaylin qala wakuntu la atsbutu ala alkhayli, fadharaba fi shadri hatta raaytu atsara ashabiihi fi shadri waqala " allahumma tsabbithu wajalhu hadiyan mahdiyyan ". fanthalaqa ilayha fakasaraha waharraqaha, tsumma baatsa ila rasuli allahi yukhbiruhu faqala rasulu jaririn waadzi baatsaka bialhaqqi, ma jituka hatta taraktuha kaannaha jamalun ajwafu aw ajrabu. qala fabaraka fi khayli ahmasa warijaliha khamsa marratin.
Dari Jarir: Rasulullah ﷺ berkata kepadaku, "Maukah kamu melepaskanku dari Dhul-Khalasa? Dhul-Khalasa adalah sebuah rumah (berhala) milik suku Khath'am yang disebut Al-Ka'bah Al-Yamaniyah. Maka, saya pergi dengan seratus lima puluh orang kesatria dari suku Ahmas, yang merupakan penunggang kuda yang hebat. Ternyata saya tidak dapat duduk tegak di atas kuda, maka Nabi ﷺ memukul dadaku hingga saya melihat bekas jarinya di dadaku, dan beliau berkata, 'Ya Allah! Teguhkanlah dia dan jadikanlah dia seorang yang memberi petunjuk dan yang mendapat petunjuk.'" Jarir kemudian pergi ke rumah itu, merobohkan dan membakarnya. Kemudian dia mengirim utusan kepada Rasulullah ﷺ memberitahukan hal itu. Utusan Jarir berkata, "Demi Dia yang telah mengutusmu dengan kebenaran, saya tidak datang kepadamu hingga saya meninggalkannya seperti unta yang dibebaskan atau unta yang cacat (yaitu, benar-benar rusak dan hancur)." Jarir menambahkan, "Nabi ﷺ meminta berkah untuk kuda dan orang-orang Ahmas lima kali."