Bab Bai'at dalam Perang agar Tidak Melarikan Diri
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ قَالَ ابْنُ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ رَجَعْنَا مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فَمَا اجْتَمَعَ مِنَّا اثْنَانِ عَلَى الشَّجَرَةِ الَّتِي بَايَعْنَا تَحْتَهَا، كَانَتْ رَحْمَةً مِنَ اللَّهِ. فَسَأَلْتُ نَافِعًا عَلَى أَىِّ شَىْءٍ بَايَعَهُمْ عَلَى الْمَوْتِ قَالَ لاَ، بَايَعَهُمْ عَلَى الصَّبْرِ.
Ibn Umar berkata: Ketika kami tiba di (Hudaibiyah) pada tahun berikutnya (perjanjian Hudaibiyah), tidak ada dua orang di antara kami yang sepakat secara bulat tentang pohon mana yang menjadi tempat kami memberikan bai'at, dan itu adalah rahmat dari Allah. (Sang perawi bertanya kepada Nafi', "Untuk apa Nabi SAW mengambil bai'at mereka, apakah untuk mati?") Nafi' menjawab, "Tidak, tetapi ia mengambil bai'at mereka untuk bersabar."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
