Bab Perpisahan Manusia dari Imam, Saat Siang, dan Berteduh di Bawah Pohon
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، حَدَّثَنَا سِنَانُ بْنُ أَبِي سِنَانٍ، وَأَبُو سَلَمَةَ أَنَّ جَابِرًا، أَخْبَرَهُ. حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ سِنَانِ بْنِ أَبِي سِنَانٍ الدُّؤَلِيِّ، أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنهما ـ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ، غَزَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَدْرَكَتْهُمُ الْقَائِلَةُ فِي وَادٍ كَثِيرِ الْعِضَاهِ، فَتَفَرَّقَ النَّاسُ فِي الْعِضَاهِ يَسْتَظِلُّونَ بِالشَّجَرِ، فَنَزَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم تَحْتَ شَجَرَةٍ فَعَلَّقَ بِهَا سَيْفَهُ ثُمَّ نَامَ، فَاسْتَيْقَظَ وَعِنْدَهُ رَجُلٌ وَهْوَ لاَ يَشْعُرُ بِهِ. فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " إِنَّ هَذَا اخْتَرَطَ سَيْفِي ". فَقَالَ مَنْ يَمْنَعُكَ قُلْتُ " اللَّهُ ". فَشَامَ السَّيْفَ، فَهَا هُوَ ذَا جَالِسٌ، ثُمَّ لَمْ يُعَاقِبْهُ.
Jabir bin 'Abdullah berkata: Bahwa dia ikut serta dalam sebuah Ghazwa (Perang Suci) bersama Rasulullah. Ketika waktu siang tiba, mereka berada di sebuah lembah yang banyak pohon berduri. Orang-orang pun menyebar untuk beristirahat di bawah naungan pohon-pohon. Rasulullah (ﷺ) beristirahat di bawah sebuah pohon, menggantungkan pedangnya di sana, dan kemudian tidur. Kemudian beliau terbangun dan mendapati di dekatnya seorang lelaki yang sebelumnya tidak dia perhatikan. Rasulullah (ﷺ) berkata, "Orang ini telah menghunus pedangku dan berkata, 'Siapa yang akan menyelamatkanmu dariku.' Aku menjawab, 'Allah.' Maka, dia memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarungnya, dan kamu lihat dia duduk di sini." Namun, Rasulullah (ﷺ) tidak menghukumnya.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
