Bab Menggantungkan Pedang di Leher
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَحْسَنَ النَّاسِ وَأَشْجَعَ النَّاسِ، وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ لَيْلَةً فَخَرَجُوا نَحْوَ الصَّوْتِ فَاسْتَقْبَلَهُمُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَقَدِ اسْتَبْرَأَ الْخَبَرَ، وَهْوَ عَلَى فَرَسٍ لأَبِي طَلْحَةَ عُرْىٍ وَفِي عُنُقِهِ السَّيْفُ وَهْوَ يَقُولُ " لَمْ تُرَاعُوا لَمْ تُرَاعُوا ". ثُمَّ قَالَ " وَجَدْنَاهُ بَحْرًا ". أَوْ قَالَ " إِنَّهُ لَبَحْرٌ ".
Diriwayatkan dari Anas: "Nabi adalah orang yang terbaik dan paling berani di antara manusia. Suatu ketika, penduduk Madinah merasa ketakutan di malam hari, sehingga mereka pergi ke arah suara yang menakutkan itu. Nabi (ﷺ) menemui mereka (dalam perjalanan kembali) setelah ia mengetahui kebenarannya. Ia menunggangi kuda tanpa pelana milik Abu Talha dan sebuah pedang tergantung di lehernya, dan ia berkata, 'Jangan takut! Jangan takut!' Ia kemudian berkata, 'Aku menemukannya (yaitu kuda) sangat cepat,' atau ia berkata, 'Kuda ini sangat cepat.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
