Bab Siapa yang Terbunuh di Jalan Allah
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الْحَوْضِيُّ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ إِسْحَاقَ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ بَعَثَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَقْوَامًا مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ إِلَى بَنِي عَامِرٍ فِي سَبْعِينَ، فَلَمَّا قَدِمُوا، قَالَ لَهُمْ خَالِي أَتَقَدَّمُكُمْ، فَإِنْ أَمَّنُونِي حَتَّى أُبَلِّغَهُمْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَإِلاَّ كُنْتُمْ مِنِّي قَرِيبًا. فَتَقَدَّمَ، فَأَمَّنُوهُ، فَبَيْنَمَا يُحَدِّثُهُمْ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِذْ أَوْمَئُوا إِلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ، فَطَعَنَهُ فَأَنْفَذَهُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ، فُزْتُ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ. ثُمَّ مَالُوا عَلَى بَقِيَّةِ أَصْحَابِهِ فَقَتَلُوهُمْ، إِلاَّ رَجُلاً أَعْرَجَ صَعِدَ الْجَبَلَ. قَالَ هَمَّامٌ فَأُرَاهُ آخَرَ مَعَهُ، فَأَخْبَرَ جِبْرِيلُ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُمْ قَدْ لَقُوا رَبَّهُمْ، فَرَضِيَ عَنْهُمْ وَأَرْضَاهُمْ، فَكُنَّا نَقْرَأُ أَنْ بَلِّغُوا قَوْمَنَا أَنْ قَدْ لَقِينَا رَبَّنَا فَرَضِيَ عَنَّا وَأَرْضَانَا. ثُمَّ نُسِخَ بَعْدُ، فَدَعَا عَلَيْهِمْ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا، عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَبَنِي لِحْيَانَ وَبَنِي عُصَيَّةَ الَّذِينَ عَصَوُا اللَّهَ وَرَسُولَهُ صلى الله عليه وسلم.
Dari Anas: Nabi (ﷺ) mengutus tujuh puluh orang dari suku Bani Salim ke suku Bani Amir. Ketika mereka tiba di sana, paman saya berkata kepada mereka, "Saya akan pergi di depan kalian, dan jika mereka mengizinkan saya untuk menyampaikan pesan Rasul Allah (itu akan baik); jika tidak, kalian akan tetap dekat dengan saya." Maka ia pergi di depan mereka dan orang-orang musyrik memberikan keamanan kepadanya. Tetapi ketika ia sedang melaporkan pesan Nabi (ﷺ), mereka memberi isyarat kepada salah satu dari mereka yang menikamnya hingga mati. Paman saya berkata, "Allah Maha Besar! Demi Tuhan Ka'bah, saya berhasil." Setelah itu mereka menyerang sisa rombongan dan membunuh mereka semua kecuali seorang yang pincang yang naik ke puncak gunung. (Hammam, seorang perawi, berkata, "Saya rasa ada seorang lagi yang selamat bersamanya.") Jibril memberitahu Nabi (ﷺ) bahwa mereka (yaitu para syuhada) telah bertemu dengan Tuhan mereka, dan Dia ridha kepada mereka dan menjadikan mereka ridha. Kami biasa membaca, "Beritahu kaum kami bahwa kami telah bertemu dengan Tuhan kami, Dia ridha kepada kami dan Dia telah menjadikan kami ridha." Kemudian ayat Al-Qur'an ini dibatalkan. Nabi (ﷺ) berdoa kepada Allah selama empat puluh hari untuk mengutuk para pembunuh dari suku Ral, Dhakwan, Bani Lihyan, dan Bani Usaiyah yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
