Bab tentang Firman Allah Ta'ala: Setelah Wasiat yang Diberikan atau Utang
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ أَبُو سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ، إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ".
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Abu Ar-Rabi', telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Nafi' bin Malik bin Abu Amir Abu Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah - semoga Allah meridhainya - bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tanda-tanda seorang munafik ada tiga: Jika ia berbicara ia berdusta; jika ia dipercayakan ia berkhianat; dan jika ia berjanji ia ingkar."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
