Bab Wasiat
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ، أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، قَالَ ذَكَرُوا عِنْدَ عَائِشَةَ أَنَّ عَلِيًّا ـ رضى الله عنهما ـ كَانَ وَصِيًّا. فَقَالَتْ مَتَى أَوْصَى إِلَيْهِ وَقَدْ كُنْتُ مُسْنِدَتَهُ إِلَى صَدْرِي ـ أَوْ قَالَتْ حَجْرِي ـ فَدَعَا بِالطَّسْتِ، فَلَقَدِ انْخَنَثَ فِي حَجْرِي، فَمَا شَعَرْتُ أَنَّهُ قَدْ مَاتَ، فَمَتَى أَوْصَى إِلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami Amru bin Zurarah, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ismail, dari Ibn Aun, dari Ibrahim, dari Al-Aswad, ia berkata: Mereka menyebutkan di hadapan Aisyah bahwa Ali -semoga Allah meridhainya- adalah seorang wasi. Aisyah berkata: Kapan dia mewasiatkan kepadanya, padahal aku telah menyandarkan dia ke dadaku -atau ia berkata: ke pangkuanku- lalu dia meminta baskom, maka dia pun pingsan di pangkuanku, dan aku tidak merasakan bahwa dia telah meninggal, jadi kapan dia mewasiatkan kepadanya?
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
