Bab Siapa yang Diberikan Hadiah dan Di Hadapannya Ada Teman-Temannya Maka Dia Lebih Berhak.
حَدَّثَنَا ابْنُ مُقَاتِلٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ أَخَذَ سِنًّا فَجَاءَ صَاحِبُهُ يَتَقَاضَاهُ فَقَالَ " إِنَّ لِصَاحِبِ الْحَقِّ مَقَالاً ". ثُمَّ قَضَاهُ أَفْضَلَ مِنْ سِنِّهِ وَقَالَ " أَفْضَلُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً ".
Diriwayatkan dari Abu Hurairah: Nabi صلى الله عليه وسلم mengambil unta dari seseorang dengan cara utang. Pemiliknya datang dan menuntutnya kembali (dengan keras). Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya pemilik hak berhak menuntutnya." Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم memberinya unta yang lebih tua dari unta miliknya dan bersabda, "Sebaik-baik di antara kalian adalah yang paling baik dalam melunasi utangnya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
