Bab Mengusap Tangan dengan Tanah Agar Lebih Bersih
Shahih
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ مَيْمُونَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ، فَغَسَلَ فَرْجَهُ بِيَدِهِ، ثُمَّ دَلَكَ بِهَا الْحَائِطَ ثُمَّ غَسَلَهَا، ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ، فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ غُسْلِهِ غَسَلَ رِجْلَيْهِ.
Diriwayatkan dari Maimunah: Nabi ﷺ mandi dari junub (hubungan seksual atau mimpi basah). Dia pertama kali membersihkan bagian pribadinya dengan tangannya, kemudian menggosokkannya (tangan itu) ke dinding (tanah) dan mencucinya. Kemudian dia berwudhu seperti itu untuk shalat, dan setelah mandi dia mencuci kakinya.