Bab Larangan Menggabungkan Dua Kurma Tanpa Izin Teman
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ جَبَلَةَ، قَالَ كُنَّا بِالْمَدِينَةِ فَأَصَابَتْنَا سَنَةٌ، فَكَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَرْزُقُنَا التَّمْرَ، وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَمُرُّ بِنَا فَيَقُولُ لاَ تَقْرُنُوا فَإِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ الإِقْرَانِ، إِلاَّ أَنْ يَسْتَأْذِنَ الرَّجُلُ مِنْكُمْ أَخَاهُ.
Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Jabalat, ia berkata: "Kami berada di Madinah, lalu kami tertimpa tahun paceklik. Ibn Az-Zubair biasa memberikan kami kurma sebagai makanan. Ibn Umar biasa lewat di depan kami dan berkata: "Janganlah kalian menggabungkan dua kurma sekaligus, karena Nabi ﷺ telah melarang menggabungkan dua kurma sekaligus (dalam satu majelis) kecuali jika seseorang meminta izin dari saudaranya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
