Shahih Al-Bukhari · Kitab Perusahaan · No. 2490

Bab Larangan Menggabungkan Dua Kurma Tanpa Izin Teman

Shahih

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ جَبَلَةَ، قَالَ كُنَّا بِالْمَدِينَةِ فَأَصَابَتْنَا سَنَةٌ، فَكَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَرْزُقُنَا التَّمْرَ، وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَمُرُّ بِنَا فَيَقُولُ لاَ تَقْرُنُوا فَإِنَّ النَّبِيَّ ﷺ نَهَى عَنِ الإِقْرَانِ، إِلاَّ أَنْ يَسْتَأْذِنَ الرَّجُلُ مِنْكُمْ أَخَاهُ.

haddatsana abu alwalidi, haddatsana syubahu, an jabalaha, qala kunna bialmadinahi faashabatna sanahun, fakana abnu azzubayri yarzuquna attamra, wakana abnu umara yamurru ibina fayaqulu la taqrunu fainna annabiyya naha ani aliqrani, ila an yastadzina arrajulu minkum akhahu.

Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Jabalat, ia berkata: "Kami berada di Madinah, lalu kami tertimpa tahun paceklik. Ibn Az-Zubair biasa memberikan kami kurma sebagai makanan. Ibn Umar biasa lewat di depan kami dan berkata: "Janganlah kalian menggabungkan dua kurma sekaligus, karena Nabi ﷺ telah melarang menggabungkan dua kurma sekaligus (dalam satu majelis) kecuali jika seseorang meminta izin dari saudaranya."

Penjelasan