Bab Persekutuan dalam Makanan, Minuman, dan Barang
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو النَّجَاشِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ رَافِعَ بْنَ خَدِيجٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم الْعَصْرَ فَنَنْحَرُ جَزُورًا، فَتُقْسَمُ عَشْرَ قِسَمٍ، فَنَأْكُلُ لَحْمًا نَضِيجًا قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Al-Awza'i, telah menceritakan kepada kami Abu Najashi, ia berkata: "Aku mendengar Rafi' bin Khadij -semoga Allah meridhainya- berkata: "Kami biasa shalat bersama Nabi ﷺ pada waktu Ashar dan menyembelih seekor unta, dagingnya dibagi menjadi sepuluh bagian. Kami memakan daging yang telah dimasak sebelum matahari terbenam."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
