Bab Menuntut Hak
Shahih
haddatsana ishaqu, haddatsana wahbu ibnu jariri ibni hazimin, akhbarana syubahu, ani alamasyi, an abi addhuha, an masruqin, an khabbabin, qala kuntu qaynan fi aljahiliyyahi wakana li ala alashi ibni wailin darahimu, faataytuhu ataqadhahu faqala la aqdhika hatta takfura bimuhammadin, faqultu la waallahi la akfuru bimuhammadin hatta yumitaka allahu tsumma yabatsaka. qala fadani hatta amuta tsumma ubatsa fauta malan wawaladan, tsumma aqdhiyaka. fanazalat afaraayta adzi kafara biayatina waqala lutayanna malan wawaladan alayaha.
Dari Khabbab: Saya adalah seorang pandai besi pada masa Jahiliyah, dan 'Asi bin Wail berutang kepada saya sejumlah uang. Saya pergi kepadanya untuk menuntutnya, tetapi ia berkata kepada saya, "Saya tidak akan membayarmu kecuali jika kamu ingkar terhadap Muhammad." Saya menjawab, "Demi Allah, saya tidak akan pernah ingkar terhadap Muhammad sampai Allah membiarkanmu mati dan kemudian membangkitkanmu." Ia berkata, "Jika demikian tunggu sampai saya mati dan hidup kembali, karena saat itu saya akan diberikan harta dan keturunan dan akan membayar hakmu." Maka, turunlah wahyu: "Apakah kamu melihat orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Kami dan berkata, 'Saya akan diberikan harta dan keturunan?'" (19.77)