Bab Siapa yang Menjual kepada yang Lemah dan Sejenisnya, Lalu Memberikan Harganya Kepadanya, dan Memerintahkannya untuk Memperbaiki dan Mengurus Urusannya, Jika Dia Merusak Setelah Itu, Dia Dilarang, Karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Melarang Menghilangkan Harta, dan Berkata kepada yang Tertipu dalam Penjualan: 'Jika Kamu Berjual, Katakanlah Tidak Ada Penipuan.'
حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَجُلاً، أَعْتَقَ عَبْدًا لَهُ، لَيْسَ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُ، فَرَدَّهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَابْتَاعَهُ مِنْهُ نُعَيْمُ بْنُ النَّحَّامِ.
Diriwayatkan dari Jabir: Seorang lelaki memerdekakan seorang budak dan dia tidak memiliki harta lain selain itu, maka Nabi (ﷺ) membatalkan pemerdekaan tersebut (dan menjual budak itu untuknya). Nu'aim bin Al-Nahham membeli budak itu darinya.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
