Bab Keutamaan Memberi Air
Shahih
haddatsana abdu allahi ibnu yusufa, akhbarana malikun, an sumain, an abi shalihin, an abi hurayraha rdh allah nh anna rasula allahi qala " bayna rajulun yamsyi fasytadda alayhi alathasyu, fanazala biran fasyariba minha, tsumma kharaja faidza huwa bikalbin yalhatsu, yakulu attsara mina alathasyi, faqala laqad balagha hadza mitslu adzi balagha bi famala khuffahu tsumma amsakahu bifihi, tsumma raqiya, fasaqa alkalba fasyakara allahu lahu, faghafara lahu ". qalu ya rasula allahi, wainna lana fi albahaimi ajran qala " fi kulli kabidin rathbahin ajrun ". tabaahu hammadu ibnu salamaha waarrabiu ibnu muslimin an muhammadi ibni ziyadin.
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Sumayy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah - semoga Allah meridhoi beliau - bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika seorang laki-laki berjalan, ia merasa sangat haus, lalu ia turun ke dalam sebuah sumur dan meminum air darinya. Ketika ia keluar, ia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan memakan tanah karena sangat haus. Laki-laki itu berkata, 'Anjing ini menderita seperti yang aku alami.' Maka ia mengisi sepatu-nya dengan air, menggigitnya dengan giginya, lalu naik dan memberi minum anjing tersebut. Allah berterima kasih kepadanya atas perbuatan baiknya dan mengampuninya." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami juga mendapatkan pahala dalam berbuat baik kepada hewan?" Beliau menjawab, "Ya, di setiap hati yang basah ada pahala."