Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 2363 tentang Pahala memberi minum makhluk hidup termasuk hewan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang keutamaan memberi minum kepada makhluk hidup, termasuk hewan. Kisah seorang laki-laki yang memberi minum anjing yang kehausan menjadi sebab Allah mengampuni dosanya. Ini menunjukkan bahwa kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah, sekecil apa pun, adalah amal yang sangat mulia di sisi Allah dan bisa menjadi jalan masuk surga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Musaqah, Bab Keutamaan Memberi Air, no. 2363, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Selain itu, hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab As-Salam, Bab Keutamaan Memberi Minum Hewan, no. 2244, dari jalur yang sama.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya' [21]: 107)

Ayat ini menunjukkan bahwa risalah Nabi ﷺ membawa rahmat bagi seluruh alam, termasuk hewan. Kasih sayang kepada hewan adalah bagian dari mengikuti jejak beliau ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Kisah Lengkap Hadits

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kisah ini terjadi pada seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil. Ia berjalan di tengah teriknya panas, lalu kehausan yang sangat. Ia turun ke sumur untuk minum. Setelah keluar, ia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan memakan tanah basah karena kehausan yang amat sangat. Laki-laki itu berkata dalam hatinya, "Anjing ini telah menderita kehausan seperti yang aku alami." Maka ia turun lagi ke sumur, mengisi sepatu kulitnya dengan air, lalu menggigit sepatu itu dengan giginya agar tidak tumpah, kemudian naik dan memberi minum anjing tersebut. Allah menerima amalnya dan mengampuni dosa-dosanya.

2. Makna "فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ" (Allah berterima kasih kepadanya)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa makna "syukur" dari Allah kepada hamba-Nya adalah Allah menerima amal kebaikannya, membalasnya dengan pahala, dan mengampuni dosanya. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang sangat besar—amal yang tampak sederhana namun dibalas dengan ampunan dosa.

3. Pahala pada Setiap Makhluk Hidup

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ" (di setiap hati yang basah ada pahala) menunjukkan bahwa setiap makhluk hidup yang memiliki hati—baik hewan ternak, hewan liar, burung, maupun manusia—memberi manfaat atau kebaikan kepadanya akan mendapatkan pahala. Yang dimaksud "hati yang basah" adalah hati yang masih hidup, karena hati yang kering adalah hati yang sudah mati.

4. Keutamaan Memberi Minum

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Bahjatul Qulubil Abrar menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan memberi minum, karena air adalah kebutuhan pokok seluruh makhluk hidup. Memberi minum kepada yang kehausan—baik manusia maupun hewan—adalah amal yang sangat dicintai Allah.

5. Pelajaran tentang Kasih Sayang

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah. Seorang laki-laki yang memberi minum seekor anjing saja diampuni dosanya, maka bagaimana lagi dengan orang yang memberi minum seorang muslim yang kehausan? Tentu pahalanya jauh lebih besar.

6. Hikmah Pertanyaan Para Sahabat

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami juga mendapatkan pahala dalam berbuat baik kepada hewan?" Ini menunjukkan semangat para sahabat untuk meraih kebaikan. Mereka tidak ingin melewatkan pahala, sekecil apa pun amalnya. Maka Nabi ﷺ menjawab dengan tegas bahwa setiap kebaikan kepada makhluk hidup bernilai pahala di sisi Allah.

Story Telling

Ada kisah indah dari seorang ulama salaf yang menunjukkan kasih sayang kepada hewan. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang memberi makan kucingnya. Beliau menjawab bahwa itu adalah perbuatan baik. Bahkan diriwayatkan bahwa Imam Ahmad sendiri sangat penyayang kepada hewan-hewan di sekitarnya.

Kisah lain datang dari seorang tabi'in, Abu Hazim Salamah bin Dinar rahimahullah. Beliau pernah melihat seekor anjing yang kehausan di tengah panasnya padang pasir. Beliau segera mengambil air dan memberinya minum. Ketika ditanya mengapa ia repot-repot melakukan itu, beliau menjawab, "Aku takut jika aku tidak menolongnya, Allah akan menghisabku atas kelalaianku terhadap makhluk-Nya."

Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memahami ajaran Nabi ﷺ tentang kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah. Mereka tidak menganggap remeh kebaikan sekecil apa pun.

Kesimpulan Praktis

Beberapa amalan yang bisa kita petik dari hadits ini:

  1. Bersemangatlah berbuat baik kepada semua makhluk, termasuk hewan. Jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun.
  2. Sediakan air untuk makhluk di sekitar kita—memberi minum kucing, burung, atau hewan lain di sekitar rumah adalah amal yang berpahala.
  3. Jangan menyakiti hewan, karena menyakiti hewan bisa menjadi sebab masuk neraka, sebagaimana kisah wanita yang mengurung kucing hingga mati.
  4. Tanamkan kasih sayang dalam diri dan keluarga, karena kasih sayang kepada makhluk adalah tanda keimanan.
  5. Jadikan setiap kebaikan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar amal sosial biasa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.