Bab Jika Tuhan Tanah Berkata, 'Kami Akan Membiarkanmu Selama Allah Mengizinkan dan Tidak Menyebutkan Waktu yang Ditentukan, Maka Keduanya Dalam Kesepakatan'
Shahih
haddatsana ahmadu ibnu almiqdami, haddatsana fudhaylu ibnu sulaymana, haddatsana musa, akhbarana nafiun, ani abni umara rdh allah nhm qala kana rasulu allahi. waqala abdu arrazzaqi akhbarana abnu jurayjin qala haddatsani musa ibnu uqbaha an nafiin ani abni umara anna umara ibna alkhatthabi rdh allah nhm ajla alyahuda waannashara min ardhi alhijazi, wakana rasulu allahi lamma zhahara ala khaybara arada ikhraja alyahudi minha, wakanati alardhu hina zhahara alayha lillahi walirasulihi walilmuslimina, waarada ikhraja alyahudi, minha fasaalati alyahudu rasula allahi liyuqirrahum biha an yakfu amalaha walahum nishfu attsamari, faqala lahum rasulu allahi " nuqirrukum biha ala dzalika ma syina ". faqarru biha hatta ajlahum umaru ila taymaa waarihaa.
Ibn Umar berkata: 'Umar mengusir Yahudi dan Nasrani dari Hijaz. Ketika Rasulullah ﷺ telah menaklukkan Khaibar, beliau ingin mengusir Yahudi dari sana, karena tanah itu telah menjadi milik Allah, Rasul-Nya, dan kaum Muslimin. Rasulullah ﷺ bermaksud untuk mengusir Yahudi, tetapi mereka meminta agar beliau membiarkan mereka tinggal di sana dengan syarat bahwa mereka akan melakukan pekerjaan dan mendapatkan setengah dari hasil buah. Rasulullah ﷺ berkata kepada mereka, 'Kami akan membiarkan kalian tinggal dengan syarat itu, selama kami mau.' Maka, mereka (Yahudi) tetap tinggal di sana hingga Umar memaksa mereka pergi ke Taima' dan Ariha'.