Bab Salam dalam Kurma
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ، قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ عَنِ السَّلَمِ، فِي النَّخْلِ فَقَالَ نُهِيَ عَنْ بَيْعِ النَّخْلِ، حَتَّى يَصْلُحَ، وَعَنْ بَيْعِ الْوَرِقِ، نَسَاءً بِنَاجِزٍ. وَسَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنِ السَّلَمِ، فِي النَّخْلِ، فَقَالَ نَهَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَنْ بَيْعِ النَّخْلِ حَتَّى يُؤْكَلَ مِنْهُ، أَوْ يَأْكُلَ مِنْهُ، وَحَتَّى يُوزَنَ.
Telah mengabarkan kepada kami Abu Al-Walid, telah mengabarkan kepada kami Syu'bah, dari Amru, dari Abu Al-Bakhtari, ia berkata: "Saya bertanya kepada Ibn Umar -semoga Allah meridhainya- tentang salam dalam kurma, ia menjawab: "Dilarang menjual kurma hingga matang, dan juga dilarang menjual perak secara kredit." Saya bertanya kepada Ibn Abbas tentang salam dalam kurma, ia menjawab: "Nabi ﷺ melarang menjual kurma hingga bisa dimakan atau hingga bisa ditakar."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
