Bab Jual Beli Perak dengan Emas Secara Utang
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْمِنْهَالِ، قَالَ سَأَلْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ وَزَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ ـ رضى الله عنهم ـ عَنِ الصَّرْفِ،، فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا يَقُولُ هَذَا خَيْرٌ مِنِّي. فَكِلاَهُمَا يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ بَيْعِ الذَّهَبِ بِالْوَرِقِ دَيْنًا.
Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, ia berkata: "Habib bin Abi Thabit telah memberitahukan kepadaku, ia berkata: "Aku mendengar Abu Al-Minhal, ia berkata: "Aku bertanya kepada Al-Bara' bin 'Azib dan Zaid bin Arqam - semoga Allah meridhai keduanya - tentang pertukaran uang. Maka masing-masing dari mereka berkata: "Ini lebih baik dari aku." Keduanya berkata: "Rasulullah ﷺ melarang menjual emas dengan perak secara utang."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
