Shahih Al-Bukhari · Kitab Jual Beli · No. 2113

Bab Jika Penjual Memiliki Pilihan, Apakah Jual Beli Diperbolehkan

Shahih

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " كُلُّ بَيِّعَيْنِ لاَ بَيْعَ بَيْنَهُمَا حَتَّى يَتَفَرَّقَا، إِلاَّ بَيْعَ الْخِيَارِ ".

haddatsana muhammadu ibnu yusufa, haddatsana sufyanu, an abdi allahi ibni dinarin, ani abni umara rdh allah nhm ani annabiyyi qala " kullu bayyiayni la baya baynahuma hatta yatafarraqa, ila baya alkhiyari ".

Ibn Umar berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Tidak ada transaksi yang diselesaikan dan final kecuali kedua belah pihak, pembeli dan penjual, berpisah, kecuali jika transaksi tersebut adalah pilihan (di mana keabsahan kesepakatan tergantung pada ketentuan yang disepakati).'"

Penjelasan