Bab Siapa yang Berkumur dengan Saweeq dan Tidak Berwudhu
Shahih
haddatsana abdu allahi ibnu yusufa, qala akhbarana malikun, an yahya ibni saidin, an busyayri ibni yasarin, mawla ibani haritsaha anna suwayda ibna annumani, akhbarahu. annahu, kharaja maa rasuli allahi ama khaybara, hatta idza kanu biasshahbai wahiya adna khaybara fashalla alashra, tsumma daa bialazwadi, falam yuta ila biassawiqi, faamara bihi fatsurriya, faakala rasulu allahi waakalna, tsumma qama ila almaghribi, famadhmadha wamadhmadhna, tsumma shalla walam yatawaddha.
Diriwayatkan dari Suwaid bin Al-Nu'man: Pada tahun penaklukan Khaibar, saya pergi bersama Rasulullah ﷺ sampai kami tiba di Sahba, sebuah tempat dekat Khaibar, di mana Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat 'Asr dan meminta makanan. Hanya saweeq yang dibawa. Ia memerintahkan untuk dibasahi dengan air. Ia dan kami semua memakannya, kemudian Nabi ﷺ berdiri untuk shalat Maghrib, berkumur dengan air dan kami melakukan hal yang sama, lalu ia shalat tanpa mengulangi wudhu.