Bab Puasa Hari Idul Fitri
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ نَهَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ، وَعَنِ الصَّمَّاءِ، وَأَنْ يَحْتَبِيَ الرَّجُلُ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ. وَعَنْ صَلاَةٍ، بَعْدَ الصُّبْحِ وَالْعَصْرِ.
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Wahb, telah menceritakan kepada kami Amru bin Yahya, dari ayahnya, dari Abu Said, ia berkata: 'Nabi ﷺ melarang puasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, dan juga melarang As-Samma' (pakaian yang menutupi seluruh tubuh), serta duduk dengan kaki terlipat dalam satu pakaian. Ia juga melarang shalat setelah shalat Fajr dan shalat 'Asr.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
