Bab Mandi dan Wudhu di Dalam Bejana, Gelas, Kayu, dan Batu
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ أَتَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَخْرَجْنَا لَهُ مَاءً فِي تَوْرٍ مِنْ صُفْرٍ فَتَوَضَّأَ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ بِهِ وَأَدْبَرَ، وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid: Suatu ketika Rasulullah (ﷺ) datang kepada kami dan kami mengeluarkan air untuknya dalam sebuah bejana dari tembaga. Ia melakukan wudhu dengan cara: mencuci wajahnya tiga kali, dan kedua tangannya sampai ke siku dua kali, kemudian mengusap kepalanya dari depan ke belakang dan membawanya kembali ke depan, lalu mencuci kakinya sampai pergelangan.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
