Bab Ramal dalam Haji dan Umrah
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ لِلرُّكْنِ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ، وَلَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اسْتَلَمَكَ مَا اسْتَلَمْتُكَ. فَاسْتَلَمَهُ، ثُمَّ قَالَ فَمَا لَنَا وَلِلرَّمَلِ إِنَّمَا كُنَّا رَاءَيْنَا بِهِ الْمُشْرِكِينَ، وَقَدْ أَهْلَكَهُمُ اللَّهُ. ثُمَّ قَالَ شَىْءٌ صَنَعَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَلاَ نُحِبُّ أَنْ نَتْرُكَهُ.
Dari Zaid bin Aslam dari ayahnya yang berkata: "Umar bin Al-Khattab berkata kepada Hajar Aswad: 'Demi Allah! Aku tahu bahwa engkau adalah batu dan tidak dapat memberi manfaat atau mudarat. Seandainya aku tidak melihat Nabi (ﷺ) menyentuh (dan mencium)mu, aku tidak akan menyentuh (dan mencium)mu.' Kemudian ia menciumnya dan berkata, 'Tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan Ramal (dalam Tawaf) kecuali bahwa kita ingin menunjukkan diri di hadapan orang-orang musyrik, dan sekarang Allah telah menghancurkan mereka.' Umar menambahkan, '(Namun), Nabi (ﷺ) melakukan itu dan kami tidak ingin meninggalkannya (yaitu Ramal).'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
