Bab Sedekah kepada Anak Yatim
Shahih
haddatsana muadzu ibnu fadhalaha, haddatsana hisyamun, an yahya, an hilali ibni abi maymunaha, haddatsana athau ibnu yasarin, annahu samia aba saidin alkhudriyya rdh allah nh yuhadditsu anna annabiyya jalasa dzata yawmin ala alminbari wajalasna hawlahu faqala " inni mimma akhafu alaykum min badi ma yuftahu alaykum min zahrahi addunya wazinatiha ". faqala rajulun ya rasula allahi awayati alkhayru biassyarri fasakata annabiyyu faqila lahu ma syanuka tukallimu annabiyya wala yukallimuka faraayna annahu yunzalu alayhi. qala famasaha anhu arruhadhaa faqala " ayna assailu " wakaannahu hamidahu. faqala " innahu la yati alkhayru biassyarri, wainna mimma yunbitu arrabiu yaqtulu aw yulimmu ila akilaha alkhadhrai, akalat hatta idza amtaddat khashirataha astaqbalat ayna assyamsi, fatsalathat wabalat warataat, wainna hadza almala khadhirahun hulwahun, fanima shahibu almuslimi ma atha minhu almiskina waalyatima wabna assabili aw kama qala annabiyyu wainnahu man yakhudzuhu bighayri haqqihi kalladzi yakulu wala yasybau, wayakunu syahidan alayhi yawma alqiyamahi ".
Dari Abu Sa'id Al-Khudri: Suatu ketika Nabi ﷺ duduk di atas mimbar dan kami duduk di sekelilingnya. Kemudian beliau berkata, "Hal-hal yang paling aku khawatirkan untuk kalian (terkait apa yang akan menimpa kalian setelahku) adalah kenikmatan dan keindahan dunia serta pesonanya yang akan terbuka untuk kalian." Seseorang berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah kebaikan bisa membawa keburukan?" Nabi ﷺ diam sejenak. Dikatakan kepada orang itu, "Apa yang salah denganmu? Kamu berbicara kepada Nabi ﷺ sementara dia tidak berbicara kepadamu." Kemudian kami melihat bahwa wahyu diturunkan kepadanya. Nabi ﷺ mengusap keringatnya dan berkata, "Di mana penanya?" Seolah-olah Nabi ﷺ menyukai pertanyaannya. Kemudian beliau berkata, "Kebaikan tidak pernah membawa keburukan. Sesungguhnya seperti apa yang tumbuh di tepi aliran air yang bisa membunuh atau membuat hewan sakit, kecuali jika hewan itu memakan sayuran hijau dan kemudian menghadap matahari, kemudian buang air besar dan berkemah lagi. Tidak diragukan lagi, harta ini manis dan hijau. Beruntunglah harta seorang Muslim dari mana dia memberi kepada orang miskin, anak yatim, dan musafir yang membutuhkan. (Atau Nabi mengatakan sesuatu yang mirip dengan itu) Tidak diragukan lagi, siapa pun yang mengambilnya secara ilegal akan seperti orang yang makan tetapi tidak pernah puas, dan hartanya akan menjadi saksi melawannya pada Hari Kebangkitan.