Shahih Al-Bukhari · Kitab Jenazah · No. 1291

Bab Apa yang Dilarang dari Meratap atas Mayit

Shahih

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُبَيْدٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ ‏"‏ إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ ‏"‏‏.‏ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ ‏"‏ مَنْ نِيحَ عَلَيْهِ يُعَذَّبُ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ ‏"‏‏.‏

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Said bin Ubaid, dari Ali bin Rabi'ah, dari Al-Mughira - semoga Allah meridhainya - ia berkata: "Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya berdusta atas diriku tidaklah sama dengan berdusta atas seseorang. Barangsiapa yang berdusta atas diriku dengan sengaja, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.' Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda: 'Orang yang diratapinya akan disiksa karena ratapan itu.'"