Shahih Al-Bukhari · Kitab Keutamaan Shalat di Masjid Makkah dan Madinah · No. 1192

Bab Masjid Quba

Shahih

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ـ هُوَ الدَّوْرَقِيُّ ـ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ كَانَ لاَ يُصَلِّي مِنَ الضُّحَى إِلاَّ فِي يَوْمَيْنِ يَوْمَ يَقْدَمُ بِمَكَّةَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَقْدَمُهَا ضُحًى، فَيَطُوفُ بِالْبَيْتِ، ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَلْفَ الْمَقَامِ، وَيَوْمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ، فَإِنَّهُ كَانَ يَأْتِيهِ كُلَّ سَبْتٍ، فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَرِهَ أَنْ يَخْرُجَ مِنْهُ حَتَّى يُصَلِّيَ فِيهِ‏.‏ قَالَ وَكَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَزُورُهُ رَاكِبًا وَمَاشِيًا‏.‏ قَالَ وَكَانَ يَقُولُ إِنَّمَا أَصْنَعُ كَمَا رَأَيْتُ أَصْحَابِي يَصْنَعُونَ، وَلاَ أَمْنَعُ أَحَدًا أَنْ يُصَلِّيَ فِي أَىِّ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَتَحَرَّوْا طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلاَ غُرُوبَهَا‏.‏

Ibn Umar tidak pernah melaksanakan shalat Dhuha kecuali pada dua kesempatan: (1) Setiap kali ia tiba di Makkah; dan ia selalu tiba di Makkah pada waktu pagi. Ia akan melakukan Tawaf di sekitar Ka'bah dan kemudian melaksanakan dua raka'at di belakang Maqam Ibrahim. (2) Setiap kali ia mengunjungi Quba, karena ia biasa mengunjunginya setiap hari Sabtu. Ketika ia masuk ke Masjid, ia tidak suka meninggalkannya tanpa melaksanakan shalat. Ibn Umar menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ biasa mengunjungi Masjid Quba (kadang-kadang) berjalan dan (kadang-kadang) berkendara. Dan ia (yaitu Ibn Umar) biasa mengatakan, "Saya hanya melakukan apa yang dilakukan oleh para sahabat saya dan saya tidak melarang siapa pun untuk shalat pada waktu siang atau malam, kecuali bahwa seseorang tidak boleh berniat untuk shalat saat matahari terbit atau terbenam."