Bab Apa yang datang tentang shalat sunnah dua-dua
Shahih
haddatsana abu nuaymin, qala haddatsana sayfu ibnu sulaymana almakkiyyu, samitu mujahidan, yaqulu utiya abnu umara rdh allah nhm fi manzilihi faqila lahu hadza rasulu allahi qad dakhala alkabaha qala faaqbaltu faajidu rasula allahi qad kharaja, waajidu bilalan inda albabi qaiman faqultu ya bilalu, shalla rasulu allahi fi alkabahi qala naam. qultu faayna qala bayna hatayni alusthuwanatayni. tsumma kharaja fashalla rakatayni fi wajhi alkabahi. qala abu abdi allahi qala abu hurayraha rdh allah nh awshani annabiyyu birakatai addhuha. waqala itbanu ghada alaa rasulu allahi waabu bakrin rdh allah nh bada ma amtadda annaharu washafafna waraahu farakaa rakatayni.
Diriwayatkan dari Mujahid: Seseorang datang ke rumah Ibn `Umar dan memberitahunya bahwa Rasulullah telah masuk ke Ka'bah. Ibn `Umar berkata, "Saya pergi di depan Ka'bah dan mendapati bahwa Rasulullah ﷺ telah keluar dari Ka'bah dan saya melihat Bilal berdiri di samping pintu Ka'bah. Saya berkata, 'Wahai Bilal! Apakah Rasulullah ﷺ shalat di dalam Ka'bah?' Bilal menjawab dengan afirmatif. Saya bertanya, 'Di mana (ia shalat)?' Dia menjawab, '(Ia shalat) di antara dua tiang ini dan kemudian keluar dan melakukan shalat dua raka'at di depan Ka'bah.'" Abu `Abdullah berkata: Abu Huraira berkata, "Nabi ﷺ menasihati saya untuk melakukan dua raka'at shalat Dhuha (shalat yang dilakukan setelah matahari terbit dan sebelum tengah hari)." Itban (bin Malik) berkata, "Rasulullah ﷺ dan Abu Bakr datang kepada saya setelah matahari terbit dan kami berbaris di belakang Nabi ﷺ dan melakukan dua raka'at."